Posts

Showing posts from September, 2018

Estetika Bentuk Bab III

BAB III PRINSIP ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR 3.1. Prinsip – Prinsip             Prinsip desain atau estetika dalam arsitektur memiliki 7 prinsip yang utama, berikut ini beberapa prinsip estetika dalam arsitektur: 1.    Keseimbangan 2.    Irama 3.    Tekanan / point of interest 4.    Skala 5.    Proporsi 6.    Urut-urutan 7.    Unity/kesatuan             Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan secara singkat masing – masing prinsip yang disebutkan diatas. 3.1.1. Keseimbangan Keseimbangan atau balance adalah suatu kualitas nyata dari setiap obyek dimana perhatian visual dari dua bagian pada dua sisi dari pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama. 3.1.2. Irama Irama adalah elemen desain yang dapat menggugah emosi atau perasaan yang terdalam. Didalam seni visuil irama merupaka...

Estetika Bentuk Bab II

BAB II UNSUR ESTETIKA DALAM ARSITEK 2.1. Mengapa Arsitek perlu membicarakan estetika? Tentu saja perlu dan cukup penting agar estetika bangunan lebih mudah dipahami dengan suatu alat, karena biasanya estetika ukurannya berbeda bagi setiap orang. Sama seperti sebuah bahasa, bila tidak ada bahasa, maka pengetahuan tidak tertularkan. Dalam arsitektur, estetika adalah sebuah bahasa visual, yang tidak sama dengan beberapa bahasa estetika yang tidak visual, seperti bahasa itu sendiri. Estetika dalam arsitektur memiliki banyak sangkut paut dengan segala yang visual seperti permukaan, volume, massa, elemen garis, dan sebagainya, termasuk berbagai order harmoni, seperti komposisi.   Estetika yang berbeda dicari untuk mendapatkan pengalaman estetis lain, misalnya turis luar negeri datang ke Bali . Estetika meskipun berkaitan dengan ‘rasa’ saat melihat bangunan juga dapat dibangun melalui aplikasi teori arsitektur. Inilah mengapa estetika patut dibahasakan dan dibahas dalam alat...

Estetika Bentuk Bab I

BAB I ESTETIKA BENTUK 1.1.       Pengertian            Kata estetika berasal dari bahasa Yunani aisthetica dan aisthesis . Aesthetica adalah hal-hal yang dapat dipersepsi atau dicerap oleh pancaindera,sementara aisthesis adalah pencerapan indera atau persepsi inderawi (Gie, 1983). Selanjutnya istilah ini dipopulerkan oleh Leibniz (1646-1716) sebagai jenis pengetahuan inderawi, untuk membedakannyadengan pengetahuan intelektual, dan Alexander Gottlieb Baumgarten (1714-1762) sebagai kajian tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan (Sachari 2002:4).Estetika adalah bagian dari atau termasuk ruang lingkup filsafat, yaitu filsafat keindahan. Tetapi padasaat ini, estetika tidak lagi semata-mata bercorak filsafati, melainkan juga sudah sangat ilmiah. Pokok bahasan estetika tidak hanya mengenai masalah keindahan, tetapi sudah meluas meliputi seni dan pengalaman estetis (Gie, 1983:16). Sejalan dengan berkembangnya seni,...